Tampilkan postingan dengan label tidak bau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tidak bau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2014

Ayam Bronik Tidak Mudah Busuk Saat Mentah, Dan Tidak Mudah Basi Jika Sudah Dimasak


Hewan yang mengkonsumsi limbah pertanian, limbah industri yang menggunakan pola kimia atau menggunakan obat-obatan kimia akan menghasilkan residu pada produktifitas ternak termasuk daging. Telur dan sebagainya.

Hal itu akan menimbulkan persoalan kesehatan pada manusia yang mengkonsumsinya, karena sifat dari kimia tidak bisa diurai dalam metabolisme tubuh manusia, residu tersebut akan menjadi toksin atau racun di dalam darah dan saluran pencernaan yang semakin lama semakin dominan.

Lama kelamaan sistem metabolisme terganggu, akibatnya tubuh terasa lemas, mudah sakit, dan tidak jarang sampai menjadi penyakit akut seperti Kanker, Jantung, Diabetis, Hipertensi, Stroke, Asam Urat, kolestrol, dll.

Memperhatikan arti petingnya menjaga kesehatan, dengan menghindari akibat buruk yang ditimbulkan jika mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung residu. Kini semakin hari jumlah orang yang sadar makanan sehat makin bertambah jumlahnya, seiring dengan semakin pahamnya menjaga kesehatan diri.

Tentu hal ini menjadi sebuah peluang bagi mereka yang tanggap kebutuhan masyarakat tentang protein hewani, khususnya AYAM BRONIK. Masyarakat tentu akan memilih ayam yang sehat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baik dikonsumsi sendiri maupun untuk keperluan jamuan dalam suatu acara.

Ayam BRONIK memiliki ciri khas :

1. Saat mentah kulit terasa kesat.
2. Saat mentah aromanya segar, tidak amis
3. Saat direbus nyaris tidak ada buih, sehingga kuahnya aman untuk kaldu
4. Saat direbus aromanya segar
5. Saat digoreng cepat kering
6. Bobot lebih berat, badannya jika dipegang terasa sintal
7. Tidak mudah busuk saat mentah, dan tidak mudah basi jika sudah dimasak
8. Bumbu cepat terserap dalam daging AYAM BRONIK, sehingga hemat bumbu dan waktu.

Selamat mencoba semoga sukses ...

Minggu, 23 Juni 2013

AYAM BRONIK umur 31 capai 2 KG lebih


Mampir di kandang AYAM BRONIK punya Mas Sugeng, Desa Kemulan Kec. Turen Kab. Malang.

Perlakuan TANPA VAKSIN, TANPA OBAT2 kimia, TANPA VITAMIN, Pakan pakai pabrikan, Minumnya Air dicampur Suplemen Organik Cair.

Umur 31 hari sudah mencapai 2 kg lebih.

Perbedaan ayam pola pabrik dengan pola BRONIK:
 
pola pabrik : warna kaki putih pucat
pola Bronik : Warna kaki kuning cerah

pola pabrik :untuk mencapai bobot 2 kg perlu waktu 39 hari
pola Bronik :untuk mencapai bobot 2 kg perlu waktu 31 hari

pola pabrik : kotoran baunya menyengat
pola Bronik : kotoran baunya minim banget, hampir tidak baubrik

pola pabrik : dagingnya terasa lembek
pola bronik : dagingnya mirip ayam kampung, keset, kenyal

Senin, 31 Desember 2012

Ayam Bronik Ayam Solusi

BRONIK

Ayyyoooo menikmati kegiatan yang bisa Menginspirasi, menjadi bagian Solusi dari kebanyakan orang. dan Wirausaha adalah kegiatan yg harus terus digelorakan.

Ayooo terus ROAD SHARE, terus berbagi solusi untuk masyarakat khususnya para (calon) peternak ayam broiler. para peternak ayam menghadapi beberapa problem:

1. Harga pakan pabrik makin mahal
2. Kotoran ayam (kandang) menghembuskan bau tidak nyaman bagi masyarakat sekitarnya. (kurang ramah lingkungan)
3. Kualitas daging ayam mengkhawatirkan untuk dikonsumsi (banyak mengandung residu akibat vaksin, obat2an, dan antibiotik). Daging teksturnya lembek, membosankan.
4. Harga saat panen kadang mengalami anjlok.
5. Tingkat Mortalitas masih cukup tinggi

alhamdulillah solusi sudah terbukti:

1. Harga pakan ayam bisa ditekan jauh lebih hemat, karena memanfaatkan limbah pertanian, limbah industri (ampas tahu), sayur afkir, pakan lokal, tumbuhan di sekitar kandang. limbah pasar.
2. Kotoran jadi tidak bau, karena pakan menggunakan teknologi fermentasi, minumnya menggunakan bio organik
3. Kualitas daging setara dengan ayam kampung, low kolestrol, non residu, daging keset...
4. Harga stabil, karena komsumen beli kualitas, harga bukan masalah.
5. Tingkat Mortalitas bisa ditekan, seiring dengan makin mantabnya Antibodi

Salam Ayam BRONIK

Senin, 26 November 2012

Mengatasi Bau Kotoran Ayam


sekedar sharing ... yaaaa


Lalat itu sukanya mendatangi sesuatu yang berbau busuk, bau yang nggak enak.

bau yg gak enak ini dihasilkan dari kotoran ayam. kotoran ayam dari hasil pencernaan yang kurang maksimal cenderung mengakibatkan bau.

kalau ayam mengkonsumsi pakan yang telah difermentasi, gas sudah dibuang lebih dulu, pakan jadi lunak, empuk, harum dan terurai pencernaan jadi ringan, nutrisi banyak yang terserap, kotoran jadi agak berkurang volumenya, kering dan minim sekali baunya.

apalagi kalau minumnya pakai bio organik...

kalau kotoran ayam minim bau apalagi tidak bau, maka lalatpun NDak AKAN DATANG, karena lalat mencari sasaran meneggunakan indra penciuman terutama sesuatu yang bau busuk menyengat..

bau menyengat itu indikasi disitu sudah terkumpul bakteri PATOGEN (bakteri jahat), maka harus diserang dengan bakteri BAIK (bio organik) dengan cara menyemprot ...

waduhhhhh kepanjangan .... maaff smg bermanfaat dehhhh...

Komposisi Pakan Ayam Organik Alternatif


Pakan ayam pabrikan semakin hari makin meroket harganya. Untuk itulah mencoba Rekayasa buat komposisi pakan sendiri, dengan gilngan sederhana, biaya bisa lebih hemat tapi nutrisi tetap terpenuhi ...
— bersama Rarafa Lazuarini, Willy El-kifli, Suharyono Waarits, A Arul Masawi, Dayu Mulyo dan Sutrisno Bambang di kandang ayam bsj.
Suka · · · Bagikan · Sunting · Promosikan · 31 Oktober ·